Hitung Omset dan Laba Bersih Bisnis Minyak Kutus Kutus Yuk, Nilainya Fantastis Banget!

Hitung Omset dan Laba Bersih Bisnis Minyak Kutus Kutus Yuk, Nilainya Fantastis Banget!

Jika tersedia fenomena yang melebihi booming Tupperware sejak masa 2010-an, maka jawaban yang paling pas dan tanpa kecurigaan adalah: Minyak Kutus Kutus. Maklum, menurut survey abal-abal kami, konon berasal dari 20 ibu-ibu kompleks yang kumpul dikala arisan, selalu tersedia 1 ibu yang jadi reseller minyak Kutus Kutus.

Ini artinya, tanpa wajib lakukan distribusi secara ugal-ugalan pun, Servasius Bambang Pranoto, pemilik dan pencetus minyak ajaib ini, mampu menjajakan nyaris 1 juta botol minyak per bulan ke seluruh Indonesia.

Minyak Kutus Kutus bukan jamu punya nilai murah. Untuk mendapat khasiat berasal dari minyak berbahan basic minyak kelapa and persentase 49 bahan-bahan alami ini, calon customer wajib merogoh kocek sampai Rp230.000 hanya untuk mampu 100 mililiter.

Fenomena minyak Kutus Kutus yang sedang tren sekarang ini tentu mengakibatkan pertanyaan sederhana, berapa omzet Servasius Bambang Pranoto, si pemilik dan pencipta, berasal dari jualan minyak Kutus Kutus saja? Kutus Kutus Beli Kastil di Amsterdam untuk Ekspansi ke Eropa

Perlu kamu tahu, meski harga menjual minyak kutus kutus dipatok harga Rp230.000, Servasius Bambang Pranoto sebenarnya tidak menjajakan bersama dengan harga segitu ke sejumlah reseller-nya. Harga selanjutnya merupakan “peraturan khusus” bagi para reseller yang menjajakan ke konsumen.

Sebab, bersama dengan tambah terkenalnya minyak kutus kutus, barang-barang tiruan pun bermunculan—tentu bersama dengan harga lebih murah. Untuk menyiasati agar customer mengetahui mana yang palsu dan mana yang asli, maka mampu dicermati berasal dari harga jualnya. Kalau nggak Rp230.000 ya berarti palsu. Titik.

Para reseller biasanya menerapkan langkah masing-masing agar bersaing satu serupa lain untuk menjual minyak yang mampu dipakai bikin apa pun jika ubah oli motor ini. Ada reseller yang bikin promo bebas ongkir, tersedia yang bonus buku, tersedia yang bonus botol kemasan khusus, dan lain-lain. Artinya persaingan ini bukan pada poin murah-murahan harga dagangan.

Sejauh yang kami tahu, harga grosir minyak Kutus Kutus yang dibeli oleh reseller bervariasi. Semua terkait pada banyak-sedikitnya barang yang dibeli grosir distributor dan agen minyak kutus kutus .

Jika kamu beli 1, kamu masih kena harga normal, jika kamu beli 6 kamu kena Rp191.000 per botol, jika kamu beli 12 botol kamu hanya wajib bayar Rp171.000 per botol. Harga ini akan tambah tidak mahal jika reseller mampu kulakan lebih banyak.

Artinya, tak sekedar khasiat yang dijanjikan, salah satu kunci berhasil penjualan minyak Kutus Kutus adalah kemauan Servasius Bambang Pranoto share rezeki bersama dengan banyak reseller di Indonesia. Bahkan konon, lebih dari satu reseller yang miliki oplah lebih berasal dari 1.000 botol mampu diberi keuntungan 100%. Inilah yang bikin banyak ibu-ibu berlomba-lomba memasarkan minyak Kutus Kutus.

Dengan perhitungan layaknya ini, mampu dikatakan keuntungan penjualan minyak Kutus Kutus secara bersih sebesar 30% (bahkan mampu lebih) lari ke kantong para reseller, bukan tambah ke kantung Servasius Bambang Pranoto.

Sebagai informasi, Servasius Bambang Pranoto pada awalnya menjajakan minyak Kutus Kutus via Facebook pada Desember 2013. Saat itu dia berhasil menjajakan 2.000 botol per bulan, lantas meningkat jadi 5.000 botol setahun kemudian. Hal ini tetap meningkat berasal dari tahun ke tahun.

Mulai sejak Desember 2018, Servasius Bambang Pranoto telah mampu produksi 24 ribu botol per hari. Dengan perhitungan sederhana:

24.000 x 30 hari = 720.000 botol per bulan.

Karena harga per botol ke reseller tidak penuh. Kita ambil saja harga normal dipotong rata 30% sebagai “bagi hasil” Bambang Servasius Bambang Pranoto bersama dengan para reseller.

230.000 x 30/100 = 69.0000

230.000 – 69.000 = 161.000

Dari perhitungan itu, Servasius Bambang Pranoto “hanya” memperoleh angka Rp161.000 per botol yang dijual ke reseller. Jika per bulan dia mampu bikin 720.000 botol, maka…

720.000 x Rp160.000 = Rp115.200.000.000/bulan

Artinya pendapatan kotor Rp115 miliar per bulannya.

Memang, Servasius Bambang Pranoto dulu menyebut jika omzet kotor perusahannya meraih Rp230 miliar, tapi itu seluruh perhitungan sederhana berasal dari harga normal dan masih digabung termasuk bersama dengan pendapatan berasal dari para resellernya.

Di sisi lain, Servasius Bambang Pranoto termasuk wajib menggaji 90 karyawannya di Desa Bitra, Gianyar, Bali. Di sana, di pabrik Kutus Kutus yang berdiri di atas tanah 2.800 mtr. persegi, setiap karyawan memperoleh gaji dua kali UMR Bali setiap bulannya. Yang mana UMR Bali pada 2019 selagi ini sekitar Rp2.300.000.

(2.300.000 x 2) x 90 karyawan = 414.000.000

Artinya, setiap bulan, Servasius Bambang Pranoto wajib nampak kocek sekitar Rp414 juta untuk menggaji karyawannya. Maka pendapatan kotor tadi wajib dikurangi bersama dengan kewajiban membayar karyawan juga.

115.200.000.000 – 414.000.000 = 114.786.000.000

Dari perhitungan selanjutnya maka, pemilik dan peramu minyak kutus-kutus ini mengantongi omzet sekitar 114 miliar lebih per bulannya. Meski begitu, pendapatan ini belum menghitung bersama dengan pengeluaran untuk belanja bahan baku minyak Kutus Kutus, layaknya minyak kelapa dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *